-->
Membedakan Jenis Kelamin Burung "Monomorfisme"

Membedakan Jenis Kelamin Burung "Monomorfisme"

Untuk mengetahui jenis kelamin burung monomorfisme (memiliki kesamaan warna bulu antara jantan dan betina) bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti dengan cara mendengarkan suara burung tersebut. Contoh burung yang monomorfisme adalah Jalak Bali, Pleci, Cucak Rowo, Dll.

sepasang-jalak-bali_540000

Seorang mahasiswa Fakultas Biologi UGM, Aristya Setyaningrum melakukan penelitian dengan bioakustik guna mengetahui karakterisasi/gaya suara burung. Penelitian yang dilakukan menggunakan burung jalak bali atau curik bali sebagai objeknya.

Menurut Aristya, seperti yang kami kutip dari OkeZone mengatakan “Dalam karakterisasi, suara merupakan salah satu karakter pembeda antara burung jantan dan betina, karena pada umumnya burung yang memiliki suara yang berirama atau melodius adalah burung jantan”. Aristya juga mengatakan bahwa penelitian ini dilakukan untuk mengekplorasi variasi suara burung jalak bali atau curik bali dan untuk mempelajari perbedaan karakter suara burung antara jantan dan betina.

diagram-karakteristik-suara-burung
pict. okezone
Lokasi penelitian dilakukan di Pusat Pembinaan Curik Bali Taman Nasional Bali Barat – Tegal Bunder dan Habitat “pascarelease” di Pura Segala Rupek. Dalam melakukan penelitian, Aristya mengambil data menggunakan “voice reorder” dengan mode linear. Setelah memperoleh data rekaman suara kemudian dianalisis menggunakan software Avisoft SAS-Lab lite version, analisis ini menghasilkan spektrogram dan nilai kuantitatif penyusunan suara, antara lain frekuensi, durasi, jumlah frasa, interval, elemen, dan syllable.

Dari hasil penelitian bioakustik pada burung jalak bali atau curik bali, Aristya mengatakan bahwa burung tersebut memiliki 15 jenis suara, yaitu 5 suara nyanyian/song dan 10 suara panggilan/call. Dari 10 tipe panggilan tersebut, 8 diantaranya adalah merupakan tipe suara panggilan jantan sedangkan yang 2 tipe panggilan betina.

Suara burung jantan memiliki perbedaan karakter dengan burung betina, yaitu lebih banyak variasi suaranya serta nilai fundamental frekuensi pada burung jantan rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan burung betina.

Aristya juga mengatakan kalau penelitian ini merupakan penelitian awal dan dasar mengenai bioakustik burung jalak bali atau curik bali. Penelitian lebih lanjut guna melengkapi data spesies serta untuk mendukung program konservasi burung jalak bali sangat diperlukan.
Read more »
Perawatan Burung Eksotis Si Jalak Bali

Perawatan Burung Eksotis Si Jalak Bali

Jalak bali merupakan salah satu jenis burung yang memiliki tampilan eksostis. Burung berbulu putih serta berjambul panjang yang sangat mempesona sehingga menjadi daya tarik bagi pecinta burung untuk memilikinya. Selain keindahan bulunya yang putih bersih, jalak bali juga mempunyai suara kicau yang merdu. Namun penampilan indah jalak bali tersebut akan bisa dinikmati jika anda melakukan perawatan dengan benar, tidak asal-asalan.

sepasang-jalak-bali-si-burung-eksotis

Burung jalak bali juga salah satu hewan yang dilindungi, oleh sebab itu jika anda ingin memelihara dan merawat jalak bali harus mengantongi ijin berupa sertifikat dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negri (SATDN). Tetapi jika anda membeli pada penangkaran resmi tentunya sudah dilengkapi dengan sertifikat.

Pola Perawatan Jalak Bali


Perawatan jalak bali agar mampu tampil menarik dan rajin berkicau tidak jauh berbeda dengan burung-burung lainnya. Tetapi jika anda ingin mengetahui cara perawatan burung ini, berikut ada tips yang ditulis Samsul Hadi yang kami kutip dari Kompasiana.

Perawatan harian pada burung jalak bali yang paling utama adalah pemberian makanan. Makanan yang baik adalah terdiri dari beberapa jenis yang memiliki kandungan nutrisi saling melengkapi, misalnya buah-buahan dan serangga. Sedangkan untuk voer, banyak pemelihara menyukai kandungan protein pada voer yang tinggi. Voer berprotein tinggi biasanya ada pada voer untuk ayam, lele, atau voer hijau biasa.

Pemberian buah-buahan sebisa mungkin harus bervariasi agar burung tidak merasa bosan, misalnya satu hari pisang kepok kemudian satu hari lagi diberi pepaya. Sedangkan pakan tambahan berupa serangga, antara lain jangkrik, ulat kandang, ulat hongkong, dan kroto. Pemberian EF serangga dilakukan seperti berikut:

- Pada pagi hari, berikan ulat hongkong atau ulat kandang sekitar 4-5 sendok makan.
- Pemberian jangkrik yaitu 5 ekor pada pagi hari dan sore hari berikan 10 ekor.
- Pemberian kroto cukup 2 atau 3 kali dalam seminggu sebanyak 1 sendok teh.

Mandi dan penjemuran


Perawatan pada burung jalak bali tidak hanya pada pemberian makanan saja, namun seperti pada rawatan burung-burung lainnya jalak bali juga harus dimandikan dan dijemur. Mandi burung bisa dilakukan setiap pagi dan sore hari dengan cara disemprot atau dikeramba, setelah mandi burung diangin-anginkan baru kemudian dijemur.

Menambah Keindahan Kicau Jalak Bali


Jika menginginkan kicau jalak bali lebih indah maka diperlukan metode pemasteran (baca artikel Cara Tepat Memaster Burung), yaitu memasukan suara jenis burung lain pada burung yang dimaster. Walaupun tanpa dimaster burung ini sebenarnya sudah memiliki suara nyanyian yang indah, tetapi jika ingin menambah variasi suara tentu perlu dilakukan pemasteran. Selain itu banyak kasus menunjukkan bahwa pemasteran dapat membuat burung menjadi lebih terlatih dan mengakibatkan burung mudah terpancing untuk berkicau.

Itulah sedikit tips perawatan jalak bali, semoga artikel ini dapat membantu bagi anda yang ingin memelihara burung eksotis asli dari Indoneisa ini.
Read more »