-->
Penyebab Bulu Kucing Rontok

Penyebab Bulu Kucing Rontok

Seringkali kita melihat banyak bulu kucing rontok dan berserakan di lantai maupun sofa. Mungkin hal ini sudah biasa dan sering kita lihat, namun jika bulu-bulu yang rontok jumlahnya banyak tidak seperti biasanya maka kita perlu waspada karena kemungkinan kucing peliharaan Anda sedang dalam kondisi yang tidak sehat.

penyebab-bulu-kucing-rontok_32654

Bulu Kucing Rontok Secara Normal


Tiap tahun secara umum kucing akan mengalami kerontokan bulu minimal 1 kali yang kemudian akan diikuti dengan pertumbuhan bulu-bulu baru. Kerontokan bulu secara normal jumlahnya tidak terlalu banyak dan hal ini juga terjadi pada kucing betina karena adanya siklus reproduksi.

Kerontokan bulu yang tidak normal (dalam jumlah banyak) merupakan hal yang perlu dikhawatirkan. Ada banyak penyebab yang membuat bulu kucing rontok secara tidak normal. Penyebab-penyebab tersebut harus segera kita ketahui agar keindahan bulu kucing tetap terjaga. Berikut beberapa penyebab yang dapat membuat bulu kucing menjadi rontok.

Kucing Kekurangan Nutrisi

Kucing yang kekurangan nutrisi selain tubuhnya tidak sehat juga membuat bulu-bulunya menjadi rontok. Idealnya kandungan protein yang dikonsumsi kucing minimal 30% untuk yang masih kecil, sedangkan yang sudah berumur dewasa adalah 25 hingga 30%. Selain itu kucing juga membutuhkan asupan vitamin dan nutrisi lainnya guna menjaga kesehatan tubuh, kulit, dan bulu.

Memberikan makanan kucing yang mengandung protein yang cukup merupakan suatu kewajiban agar kondisi kesehatan tetap terjaga. Selain itu kita juga perlu memberikan vitamin yang baik bagi pertumbuhan bulu yaitu Vitamin A dan E serta beri juga nutrisi tambahan. Ada banyak produk makanan kucing yang sudah lengkap kandungan protein, vitamin, dan nutrisi namun jika Anda tidak menemukan maka bisa dengan mencampur sendiri makanan tersebut secara seimbang.

Perlu diperhatikan juga bahwa selain kekurangan vitamin ternyata kelebihan vitamin juga dapat menyebabkan bulu kucing rontok bahkan membuat kulit berkerak dan mengelupas. Jika Anda bingung apakah kucing kekurangan atau kelebihan vitamin maka sebaiknya bawa ke dokter hewan untuk memastikannya.

Baca artikel Makanan Berbahaya Bagi Kucing

Suhu kandang/tempat kucing terlalu panas

Kulit dan bulu kucing mempunyai fungsi sebagai perlindungan tubuh dari pengaruh lingkungan serta penyakit. Kulit serta bulu kucing akan mengatur kondisi suhu pada tubuh dalam batas tertentu, jika kondisi lingkungan dalam keadaan dingin maka bulu kucing akan terangsang untuk tumbuh lebih tebal serta panjang karena untuk menghilangkan hawa dingin yang menyelimuti tubuh. Sedangkan pada kondisi suhu yang panas, kucing akan merontokan bulu-bulunya.

Agar bulu kucing tidak rontok, maka tempatkanlah kucing pada tempat yang kondisi suhunya sejuk, kering, bersih, dan lancar sirkulasi udaranya.

Pemandian dan penggunaan shampoo

Penggunaan shampoo yang tidak sesuai (bukan shampoo khusus untuk kucing) pada saat memandikan juga dapat mengakibatkan kerontokan bulu. Kerontokan di picu oleh adanya kandungan deterjen yang berlebihan, hal ini akan membuat kulit kucing terkena iritasi yang berujung pada rontoknya bulu-bulu.

Selain penggunaan shampoo yang tidak sesuai, memandikan kucing yang terlalu sering juga dapat mengakibatkan rontok bulu. Mandi dengan kadar terlalu sering akan membuat kulit kucing jadi terlalu lembab sehingga akan menjadi tempat berkambang biak jamur. Akan tetapi jika kelembaban kulit terlalu rendah maka akan berakibat bulu menjadi rapuh dan kulit kering. Sebaiknya pada saat proses pengeringan setalah memandikan usahakan dilakukan dengan baik sampai kulit kucing benar-benar tidak lembab.

Baca juga artikel Tips Aman Memandikan Kucing Dirumah

Adanya kutu atau pinjal

Kutu pada kucing dapat membuat kulit menjadi bengkak, kemerahan, serta peradangan saat menggigit. Jika kutu berjumlah banyak maka reaksi alergi serta radang kulit akan menjadi lebih kuat dan berakibat terjadinya kerontokan bulu pada sekitar kulit yang terjadi peradangan.

Adanya Tungau (Mites)

Tungau akan menghisap cairan tubuh yang ada dikulit. Kulit yang dihisap cairannya oleh tungau akan membuat kulit menjadi kering dan mati. Jenis tungau yang sering menyerang kucing diantaranya Demodex dan Scabies, kedua jenis tungau ini hidup dan tinggal dibawah kulit dalam lubang serta terowongan yang dibuatnya sendiri. Akibat dari serangan tungau ini akan memperburuk kerusakan kulit dan bulu kucing.

Kucing terkena jamur

Daerah yang memiliki kelembaban yang tinggi sangat mudah bagi pertumbuhan berbagai jenis jamur. Selain itu kucing yang memiliki bulu tebal dan panjang juga menjadi tempat yang mudah bagi perkembangbiakkan jamur salah satunya yang sering disebut dengan Ringworm. Jenis penyakit ini tidak hanya menyerang hewan tetapi juga dapat menyerang manusia yang mengakibatkan gatal dan kemerahan pada kulit.

Terjadinya gangguan hormon

Produksi hormon yang tidak baik juga akan berpengaruh buruk pada kulit serta bulu kucing, diantaranya adalah gangguan pada hormone adrenal yang bisa mengakibatkan terjadinya kebotakan pada sisi tubuh.

Terjadi alergi

Kucing yang terkena alergi bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena makanan, kutu, obat-obatan, vaksin, rumput, dan lain-lainnya. Untuk mengatasi alergi pada kucing bisa dilakukan dengan memberikan antihistamin serta menjauhkan kucing dari tempat atau bahan yang menyebabkan alergi. Akan tetapi tidak mudah untuk mengidentifikasi penyebab alergi, perlu kecermatan pemelihara untuk mengetahui penyebabnya.

Efek obat-obatan

Penggunaan obat-obatan juga bisa menyebabkan bulu kucing rontok, misalnya adalah obat anti kanker saat kucing menjalani kemoterapi. Selain itu suntikan beberapa jenis obat juga dapat membuat kerontokan bulu, biasanya pada sekitar tempat suntikan. Rontok bulu yang diakibatkan oleh obat-obatan biasanya akan tumbuh kembali setalah efek obat telah habis.

Terjadi gangguan pada kekebalan tubuh

Penyebab bulu kucing rontok juga diakibatkan oleh adanya gangguan pada system kekebalan tubuhnya misalnya adalah autoimun (penyakit yang disebabkan oleh adanya reaksi system kekebalan tubuh pada kulit dimana sel darah putih atau antibody tubuh yang sangat kuat sehingga akan melawan jaringan tubuh sendiri. Wikipedia)
Read more »
Tips Melatih Kucing Tidur Di Dalam Kandang

Tips Melatih Kucing Tidur Di Dalam Kandang

Seringkali kita merasa tidak nyaman jika kucing peliharaannya tidur disembarang tempat, karena sebenarnya kita sudah menyiapkan tempat atau kandang khusus baginya. Mungkin bagi keluarga yang mencintai kucing bukan hal yang perlu dirisaukan, namun biasanya ada dari salah satu anggota keluarga yang tidak senang  jika kucing peliharaan kita tidur bukan didalam kandang yang sudah dipersiapkan melainkan disembarang tempat seperti kamar tidur, sofa, atau bahkan dipojokan rumah.

melatih-kucing-tidur-di-kandang

Artikel terkait: Tips Aman Memandikan Kucing Dirumah

Kucing tidur disembarang tempat memang menjadi hal yang lumrah, namun kita juga bisa mengajarinya agar mau tidur di dalam kandang. Berikut hal yang bisa anda ajarkan pada kucing agar tidur di dalam kandang.

Memilih kandang kucing yang benar


Tempat untuk tidur kucing kita sebaiknya pilihlah yang sekiranya kucing akan menyukainya, baik dari segi bahan (alumunium, besi, atau plastik), luas (ukuran luas kandang berukuran yang bisa untuk kucing berdiri, memutarkan badan dan bisa untuk menempatkan litter box serta tidak terlalu dekat dengan tempat tidurnya).

Pintu kandang harus yang bisa menutup dengan rapat dan kuat, hal ini berguna jika kita akan membawa kucing ketempat lain dan jika sewaktu-waktu anda akan meninggalkan sendiri dirumah dalam waktu yang cukup lama. Selain itu pintu kandang kucing juga yang bisa terbuka, hal ini bertujuan saat kandang kita letakan di dalam rumah.

Kandang harus selalu dalam keadaan bersih, membersihkan kandang kucing akan lebih mudah jika kita membeli yang berbahan dari plastik atau fiberglass daripada yang terbuat dari besi dan alumunium.

Membuat kandang kucing lebih menarik


Kandang yang bersih akan membuat kucing anda tertarik, jadi sebelum anda mengenalkan kandang pada kucing kesayangan sebaiknya bersihkan dahulu. Anda juga dapat menyemprotkan catnip spray atau feromon kucing sintesis pada kandang, cara ini bertujuan untuk menetralkan pikiran yang tidak baik pada kucing terhadap kondisi kandang yang akan anda perkenalkan.

Untuk kenyamanan kucing saat tidur, berilah alas sebagai tempat tidur (misalnya selimut, handuk atau bantal tipis). Didalam kandang juga sediakan makanan kesukaan dan air bersih, selain itu untuk menarik perhatian kucing berikan juga mainan favoritnya.

Membiasakan kucing berada di dalam kandang


Jika semua keperluan kucing sudah terpenuhi di dalam kandang, saatnya Anda membiasakan kucing berada di dalamnya. Duduklah disebelah kandang agar kucing mau mendekati kandang, berikan kenyamanan kepada kitty, Anda bisa mengajaknya bermain atau mengelusnya ditempat dekat pintu kandang.

Jika kucing sudah masuk kedalam kandang, jangan langsung menutup pintu kandang karena bisa membuatnya merasa terjebak. Biarkan kucing anda merasa nyaman di dalamnya, setelah sudah merasa tenang baru tutup pintunya.

Berikan sesuatu yang menyenangkan saat kucing berada di dalam kandang, misalnya tersedianya makanan dan minuman yang cukup serta berikan juga mainan. Jika kucing anda tertidur diluar kandang, maka pelan-pelan di gendong dan masukan kedalam. Berilah perhatian serta pujian saat kucing peliharaan Anda dengan kemauannya sendiri untuk tidur di dalam kandang.

Itulah tips melatih kucing tidur di dalam kandang, semoga bermanfaat dan teruslah melatih kucing kesayangan Anda agar semakin cerdas dan menggemaskan. (baca juga artikel Tips Memilih Makanan Kucing Yang Baik)
Read more »
Cara Mudah Merawat Bulu Kucing Persia

Cara Mudah Merawat Bulu Kucing Persia

Kucing persia merupakan hewan peliharaan yang sangat indah yang memiliki bulu-bulu yang panjang diarea tubuhnya. Bulu tebal dan halus pada kucing jenis persia agar selalu terlihat rapi, bersih, dan indah tentunya diperlukan perawatan yang benar. Para pemelihara hewan satu ini wajib memberikan perawatan secara teratur seperti pemberian makanan kucing dan pembersihan kandang. Selain perawatan harian tersebut, ada perawatan lainnya yang juga sangat penting yaitu merawat bulu kucing.

merawat-bulu-kucing-persia_32564
Kucing Persia pic by catloversdiary.com

Merapihkan Bulu Kucing


Melakukan perawatan bulu kucing selain untuk menjaga kebersihan juga untuk mencegah timbulnya kutu kucing dan berbagai jenis bakteri lainnya seperti jamur. Jika Anda disini adalah salah satu pemilik kucing persia atau mungkin pemilik pemula, tidak ada salahnya Anda sedikit meluangkan waktu untuk membaca beberapa cara mudah merawat bulu kucing persia
  1. Sebelumnya kumpulkan segala peralatan yang dibutuhkan seperti, sisir, dan lain sebagainya yang memang dibutuhkan, ini bertujuan agar Anda lebih mudah saat melakukan perawatan.
  2. Cari tempat yang sedikit agak mempunyai angin, taruh kucing di sebelah Anda atau letakkan kucing dilantai (jangan disofa, untuk menghindari bulu kucing yang rontok dan menempel pada sofa). Sebelum menyisir kucing, kasih dulu kucing makanan (paling tidak sedikit memanjakannya) lalu sisirlah secara perlahan dari atas kebawah, mulai dari kepalanya.
  3. Setelah menyisir dibagian kepalanya, kemudian dilanjutkan dengan menyisir sampai ke ekornya. Proses penyisiran harus dilakukan secara pelan-pelan apalagi saat Anda menyisir bagian ekor kucing karena bagian ekor adalah bagian yang paling sensitif dibanding area yang lainnya.
  4. Selanjutnya angkatlah kaki kucing dan lanjutkan dengan menyisir dibagian dadanya. Lakukan dengan hati-hati saat menyisir dibagian ini untuk menghindari cakaran kuku kucing.
  5. Apabila kucing mulai bergerak aktif dan membuat Anda susah dalam menyisirnya, maka Anda bisa memegang bagian tengkuknya. Memegang tengkuk kucing merupakan cara agar membuatnya diam atau lompat-lompat.
  6. Ketika proses menyisir sudah selesai maka buanglah bulu-bulu yang rontok. Hal ini untuk mencegah bulu kembali kebagian tubuh kucing. Sebaiknya lakukanlah ini secara rutin setiap harinya, agar bulunya tetap lebih indah dan terawat.
Merawat bulu kucing Persia selain dengan menyisir Anda juga harus memandikannya (baca artikel Tips Aman Memandikan Kucing Dirumah). Itulah tips sederhana agar kucing persia kesayangan Anda tetap berbulu indah dan bersih, semoga bermanfaat.
Read more »
Makanan Berbahaya Bagi Kucing Anda

Makanan Berbahaya Bagi Kucing Anda

Sebagai pemelihara kita harus mewaspadai makanan-makanan yang berbahaya jika dikonsumsi oleh kucing kesayangan kita. Ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari termakan oleh hewan peliharaan yang satu ini, karena akan terjadi keracunan dan bahkan bisa membuat kucing mati.

jenis-makanan-berbahaya-bagi-kucing_23154

Makanan apakah yang tidak boleh diberikan kucing?

Berikut beberapa jenis makanan yang harus dihindari dan jangan sekali-kali anda memberikannya kepada kucing:

1. Makanan yang mengandung metilksantin (antara lain: kafein, teobromin, teofilin, cokelat, kopi, teh, kakao, kola).
Jika kucing mengkonsumsi makanan yang terdapat kandungan metilksantin maka dapat menimbulkan keracunan. Gejala keracunan akibat makanan tersebut adalah: muntah, sesak nafas, diuretic, diare, hiperaktif, peningkatan rasa haus, dan kejang-kejang (Wikipedia).

2. Makanan Anggur dan Kismis
Pemberian makanan ini akan berakibat gagal ginjal pada kucing secara tiba-tiba. Gejala yang sering ditimbulkan karena mengkonsumsi anggur atau kismis antara lain lemah, lesu, sakit perut, diare, nafsu makan berkurang, berkurangnya frekuensi buang air kecil, dan meningkatnya rasa haus.

3. Alpukat
Kandungan pensin pada buah alpukat sangat berbahaya bagi kucing, karena bisa merusak jantung dan otot kucing.

4. Tulang
Tulang terutama yang sudah dimasak juga dapat membuat luka dalam tubuh kucing serta bisa menjadi penghalang usus. Kucing juga akan menderita gangguan pencernaan jika mengkonsumsi tulang lemak dan tulang muda.

5. Bawang
Banyak pemelihara kucing yang member makan bawang dengan tujuan untuk mengobati penyakit yang diderita kucing, namun hal tersebut sebenarnya membahayakan bagi peliharaan kita karena dapat mengganggu pencernaan dan sel darah merah pada kucing.

6. Pemanis buatan
Beberapa makanan yang mengandung pemanis buatan seperti pasta gigi, permen, dan minuman ringan juga berbahaya jika dikonsumsi oleh kucing karena dapat menimbulkan pelepasan insulin pada aliran darah. Pemanis buatan juga dapat menyebabkan hipoglikemia, yang ditandai dengan kucing menjadi lesu.

Dari beberapa jenis makanan yang berbahaya bagi kucing diatas memang harus kita jauhkan dari kucing, agar terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan. Selain itu makanan yang tidak baik bagi kucing adalah jenis makanan yang mengandung garam berlebihan. Kandungan ion natrium pada garam dapat mengakibatkan kucing keracunan, biasanya gejala yang ditimbulkan seperti diare, kejang, muntah, demam, dan bisa berujung pada kematian.

Telur mentah juga tidak baik jika dikonsumsi kucing secara berlebihan, karena dapat tertular bakteri salmonella atau E Coli yang akan mengakibatkan berkurangnya biotin atau Vit.H pada kucing.
Sebaiknya kita harus berhati-hati dalam memberikan makanan pada kucing kesayangan. Jika anda membeli makanan kucing yang kemasan, baca terlebih dahulu bahan komposisi pada labelnya.
Read more »
Tips Aman Memandikan Kucing Di Rumah

Tips Aman Memandikan Kucing Di Rumah

Kucing akan terlihat lebih menarik jika bulu-bulunya bersih dan rapih, namun jika kondisi bulu badan sudah kelihatan kotor dan kumal tentu sangat tidak enak untuk dipandang. Untuk mendapatkan bulu kucing selalu terlihat bersih tentu diperlukan perawatan khusus, salah satunya adalah memandikan kucing kesayangan anda.

cara-aman-memandikan-kucing_653245

Memandikan kucing memang bukan suatu hal yang bisa dianggap mudah, terutama bagi anda yang baru memelihara dan belum pernah melakukannya karena bisa membuat kucing menjadi stress bahkan juga bisa melukai badan anda dengan cakarannya. Namun hal tersebut tidak akan terjadi jika anda mengikuti beberapa panduan berikut:

Persiapan memandikan kucing


1. Memotong kuku
Pemotongan kuku sebelum memandikan kucing merupakan cara untuk mengurangi luka akibat cakaran. Lakukanlah pemotongan kuku beberapa jam sebelum proses memandikan, sehingga kucing sudah merasa lebih tenang setelah kuku-kukunya dipotong.

2. Merapihkan bulu

sikat-bulu-kucing_326544

Langkah berikutnya adalah merapihkan bulu kucing dengan menyisir atau menyikatnya. Cara ini untuk membantu menghilangkan kotoran dan merapihkan bulu yang kusut, menyikat bulu sebelum memandikan juga akan lebih mudah daripada dalam keadaan basah. Lakukan hal ini secara pelan-pelan sambil anda mengelus-elus kucing sehingga kucing tidak merasa kesakitan saat bulu-bulunya dirapihkan.

3. Memilih waktu yang tepat
Anda perlu memilih waktu yang tepat dimana kucing sudah benar-benar siap untuk mandi, karena jika kucing tidak dalam keadaan siap maka bisa menggigit, mencakar, atau bahkan melarikan diri.

Pilih waktu ketika kucing dalam keadaan tenang, biasanya setalah makan (baca juga artikel Tips Memilih Makan Kucing Yang Baik). Anda juga bisa mengajak bermain terlebih dahulu sampai kucing merasa kelelahan. Selain itu anda juga dapat melakukan hal berikut:
  • Taruh beberapa mainan kucing di bak mandi (belum di isi air) yang akan kita gunakan, kemudian tempatkan kucing didalamnya selama beberapa menit. Setelah itu angkat kucing terlebih dahulu, kemudian anda masukan beri air sedikit dibak mandi dan masukan kembali kucing anda. Cara ini akan membuat kucing anda tidak merasa panik/takut saat mulai dimandikan, karena sudah bisa beradaptasi dengan bak mandi yang berisi air.

Mempersiapkan kamar mandi


1. Menutup kamar mandi
Saat anda dan kucing sudah berada dalam kamar mandi, maka anda harus menutup pintu. Hal ini untuk menghindari kucing melarikan diri saat sedang dimandikan. Menutup pintu juga untuk menhindari amukan kucing dan merusak benda-benda didalam rumah jika dia melarikan diri karena ketakutan. Jika didalam kamar mandi terdapat tempat sampah, maka singkirkan terlebih dahulu. Langkah ini untuk mengantisipasi kucing yang bisa jadi lari-lari di dalam kamar mandi dan akan menuju ke tempat sampah.

2. Membuat bak mandi aman untuk kucing
Beri alas bak mandi dengan handuk atau karpet agar tidak licin saat kucing berdiri di dalamnya.

3. Isi air hangat
Isi bak mandi dengan air yang hangat sebelum anda memasukan kucing kekamar mandi. Siapkan juga air hangat dalam wadah lainnya, misalnya ceret. Air ini berguna untuk membilas shampoo pada kucing.

masukan-kucing-dalam-bak-mandi

Jangan memandikan kucing langsung dari kran,  air deras yang keluar dari kran justru akan membuat kucing menjadi takut. Mandikanlah kucing dengan lembut dan menenangkan.

4. Gunakan pakaian pelindung

gunakan-sarung-tangan-dalam-memandikan

Untuk mengantisipasi dari cakaran kucing, ada baiknya anda menggunakan pakaian pelindung. Anda bisa memanfaatkan baju berlengan panjang yang sudah tidak terpakai dan gunakan juga sarung tangan.

Proses memandikan kucing


1. Kontrol kondisi kucing
Saat memandikan kucing, anda sebaiknya terus mengajak bicara dengan suara yang lembut. Terkandang kucing mencoba untuk keluar dari bak mandi, jika hal ini terjadi maka usahakan kedua kaki belakang tetap berpijak pada bak mandi. Pegang bagian tengkuk kucing dengan lembut agar tetap berada pada bak mandi. Namun bila merasa kesulitan maka anda harus mencari orang lain untuk membantu.

2. Lakukan bertahap
Lakukan pemandian tahap demi tahap agar kucing tidak memberontak. Mungkin bisa anda lakukan dengan membasahi kakinya terlebih dahulu kemudian berhenti. Kemudian bisa anda lakukan pembasahan kebagian lainnya.

Jangan gugup saat sedang memandikan kucing, karena kucing anda juga akan merespon dengan gugup juga. Lakukanlah secara tenang dan lembut saat sedang dalam proses memandikan kucing.

3. Cuci bulu kucing dengan shampoo

memberikan-shampo-kucing_326544

Gunakan shampoo yang memang dikhususkan untuk kucing. Cuci kucing anda dengan sedikit shampoo yang dicampur dengan air pada bagian leher, badan, kaki, perut, dan ekornya. Mulailah dari leher menuju bagian ekor dengan memijat secara lembut, sehingga kucing merasa tenang. Lakukan sama seperti anda mengelus atau membelai kucing.

4. Hindari shampoo pada bagian kepala
Bagian mata, hidung, mulut, dan telinga harus anda hindari terkena shampoo. Untuk meminimalkan air masuk kedalam telinga, anda bisa menutup dengan kapas yang berbahan lembut. Jangan lupa setelah selesai memandikan harus anda lepas kembali kapasnya. Penutupan telinga dengan kapas juga bisa membuat kucing lebih tenang karena tidak mendengar suara bising sekitarnya.

Jika anda memberikan shampoo anti kutu, maka hal pertama yang harus anda basahi terlebih dahulu adalah leher. Hal ini untuk menghindari kutu-kutu lari kebagian kepala, karena kutu akan mencari bagian yang kering.

5. Membilas shampoo
Bilas shampoo yang menempel pada kucing anda menggunakan air dari bak mandi. Kemudian kuras bak mandi dan isi kembali dengan air hangat untuk membilas kembali. Lakukan hal tersebut sampai tidak ada lagi shampoo yang menempel pada bulu-bulunya.

6. Membersihkan bagian wajah kucing
Untuk menghindari dari hal-hal yang beresiko, maka lebih baik pada bagian wajah cukup dibersihkan menggunakan lap basah.

7. Perhatikan kucing anda
Saat sedang memandikan kucing, sebaiknya anda juga memperhatikan tanda-tanda kucing yang sedang panik atau tertekan. Kucing yang sedang panik biasanya akan bersuara mendesis, menggeram, bersin, menangis, mengeong, dan terengah-engah. Jika kucing terlalu takut dengan apapun yang sedang anda lakukan, maka sebaiknya hentikan terlebih dahulu. Jangan meneruskan proses mandi karena akan membuat kucing menjadi stress atau bahkan anda bisa terluka.

Berikan rasa nyaman pada saat mandi, jangan melakukan sesuatu yang membuat kucing marah dan takut pada saat mandi di kemudian hari. Lebih baik melakukan secara perlahan-lahan, jika tidak bisa dimandikan saat ini bisa anda lakukan di lain harinya.

8. Gunakan kain basah
Jika memang kucing anda tidak mau mandi, maka sebagai gantinya adalah mengepel badan kucing dengan kain basah. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada bulu kucing.

Proses pengeringan bulu kucing

selimuti-kucing-dengan-handuk

  • Ambil handuk kering dan tekan dengan lembut ke badan kucing, kemudian selimuti kucing dengan dengan handuk dan gosok secara perlahan dan lembut seolah-olah anda sedang memijitnya. Saat handuk sudah terlalu basah, ganti dengan handuk lain yang kering. Lakukan hal ini sampai badan kucing sudah benar-benar terbebas dari air atau terlihat lembab. 
  • Pengeringan bulu. Kucing yang berambut pendek dapat mungkin bisa menyelesaikan pengeringan dengan hanya menduduki atau tiduran pada handuk yang kering. Sedangkan kucing yang berambut panjang seperti kucing jenis Persia, maka anda harus menyisir sampai bulu-bulunya benar-benar kering. Jika kucing tidak takut dengan pengering rambut, anda dapat menggunakannya namun di set terlebih dahulu pada kondisi hangat untuk mempercepat pengeringan rambut dari jarak yang sedikit jauh sambil menyisir bulu bagi kucing yang berbulu panjang.   
Beberapa langkah proses memandikan kucing diatas semoga bisa menambah pengetahuan bagi anda yang ingin memandikan kucing kesayangannya. Bagi yang tidak ingin repot lebih baik bawa kucing anda ke salon hewan yang anda percayai untuk memandikannya.
Read more »
Tips Simple Merawat Kucing Anggora Dirumah

Tips Simple Merawat Kucing Anggora Dirumah

Kucing angora, kucing dengan bulu yang semi panjang ini memang memiliki daya tarik tersendiri bagi para pecinta binatang. Badannya yang cenderung gembul atau berisi jika dibandingkan dengan kucing biasa yang sering di jumpai. Tentu saja dengan berbagai perbandingan kucing ini pun memiliki cara yang berbeda dalam cara perawatannya. Memang tidak terlalu berbeda dengan umumnya tetapi membutuhkan suatu perhatian khusus.

kucing-angora-lucu-245124
cara merawat kucing angora di rumah
Bagi para pecinta kucing tentu hal- hal terkait binatang peliharaannya menjadi suatu prioritas tersendiri yang dianggap penting. Hal ini juga terjadi pada pecinta kucing anggora, memperhatikan beberapa hal mulai dari yang bersifat umum sampai pada yang khusus. Beberapa hal umum yang perlu diperhatikan dalam rangka merawat seekor kucing angora.

4 Hal penting dalam merawat kucing anggora


Beberapa hal umum ini tidak hanya berlaku untuk kucing angora tetapi juga banyak binatang peliharaan yang lain, yaitu tentang kebersihan diri dari binatang, kebersihan lingkungan, pola makan, dan vaksinasi pada binatang tertentu.

1. Memandikan

Pada kucing angora cara perawatan secara umum tersebut di lakukan dengan lebih spesifik, dalam hal kebersihan diri kucing ini minimal di mandikan 2 minggu sekali, atau untuk pemilik kucing yang punya banyak waktu luang dapat memandikan dan melakukan pemotongan kuku agar rapi seminggu sekali.

Hal ini harus dilakukan rutin tetapi bukan untuk setiap hari karena kebutuhan kebersihan kucing tentu tidak perlu setiap hari dimandikan. Perawatan bulu di usahakan kering atau tidak lepek tapi juga jangan terlalu sering untuk menghindari kerusakan, atau kerontokan bulu.

2. Kebersihan kandang

Selanjutnya untuk kebersihan kandang gunakan yang berbahan almunium untuk menghindari timbulnya karat. Pada kotak pasir di kandang di bersihkan 2 kali dalam satu minggu dan semprotkan desinfektan. Untuk kenyamanan kucing maka perlu adanya penyesuaian ukuran dan desain kandang yang di gunakan misalnya untuk kucing anggora dengan ukuran sedang bisa menggunakan ukiran standard 90x63x65 cm dan didesain dengan jeruji yang sedikit lebar agar cukup ventilasi untuk kucing tersebut.

3. Makanan dan minuman

Dari segi makanan kucing angora harus mendapat perhatian yang tidak kalah dari kebersihan dirinya, usahakan membiasakan kucing untuk mengkonsumsi makanan kering, karena alasan kesehatan makanan basah tidak baik untuk kesehatanya.

Sedangkan untuk minum boleh diberikan susu namun bukan susu yang dikonsumsi manusia dan dengan frekuensi yang kecil, sebaiknya air putih yang matang saja sudah cukup. Sebagai pemelihara juga harus mengetahui bahwa untuk kucing jenis anggora hindari pemberian makanan selain makanan khusus kucing, seperti ikan, ayam, dan lainnya.

Baca juga artikel terkait makanan kucing
- Tips memilih makanan kucing yang baik

4. Vaksinasi

Tidak lupa untuk menghasilkan kucing yang sehat pada usia 3 bulan segera di lakukan vaksinasi, biasanya dokter akan menganjurkan vaksinasi 3x, tetapi tidak wajib untuk jenis vaksin yang dilakukan tahunan. Inilah beberapa hal yang di perhatikan jika ingin memiliki kucing anggora atau memang sudah merawatnya agar kucing tetap hidup sehat dan terawat.

Baca juga artikel kucing lainnya
- Jenis kucing persia
- Kucing maine coon
Read more »
Tips Memilih Makanan Kucing Yang Baik

Tips Memilih Makanan Kucing Yang Baik

Memberikan makanan kucing berkualitas bagus merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pemeliharanya, selain merupakan sebuah tanggung jawab makanan yang berkualitas juga akan membuat kucing kesayangan anda menjadi tumbuh sehat dan bersih.

memilih-makanan-kucing-yang-baik_32562100

Nutrisi yang dibutuhkan kucing


Makanan kucing yang berkualitas baik adalah makanan bernutrisi tepat yang dibutuhan sang kucing. Untuk mengetahui apakah makanan yang diberikan sudah sesuai kebutuhan nutrisinya untuk kucing, maka ada baiknya kita mempelajari nutrisi-nutrisi apa yang dibutuhkannya.

1. Protein nabati

Sebagai binatang karnivora, kucing sangat membutuhkan makanan yang mengandung protein nabati. Di alam liar kucing memenuhi kebutuhan protein nabati didapat dari hewan lain yang dimangsanya seperti tikus.

Untuk itu makanan terbaik bagi kucing adalah makanan yang alami. Makanan alami bisa kita buat sendiri dengan memberikan daging seperti ayam dan ikan ditambah dengan pemberian vitamin. Namun bagi anda yang tidak mempunyai banyak waktu untuk membuat makanan sendiri bagi kucing tentu akan sangat merepotkan, selain itu makanan tersebut juga tidak mampu bertahan lama. Solusinya adalah dengan membeli makanan kucing/cat food kemasan, namun dalam membeli cat food anda juga harus memperhatikan kandungan nutrisi bahan-bahannya.

Memberi makanan kucing dalam kemasan perlu dilihat apakah bahan dasar daging aman untuk dikonsumsi kucing atau tidak. Biasanya makanan kucing kemasan yang baik akan tercantum human grade meat pada labelnya, jika tidak tercantum maka anda perlu mewaspadai karena bisa jadi bahan dasar daging tersebut merupakan sisa-sisa tubuh hewan yang sudah mati. Oleh karena itu sebaiknya pilih produk yang berbahan alami, walaupun harga sedikit mahal akan tetapi kualitasnya bagus untuk kucing anda.

2. Mengandung kadar air

Kucing sangat membutuhkan makanan yang mengandung kadar air tinggi. Dalam alam liar, kucing memakan mangsa yang tubuhnya memiliki kandungan air sekitar 70%. Oleh sebab itu jika kucing diberi makanan jenis dry food (makanan kering) dan tidak di imbangi dengan pemberian air untuk minum yang cukup bisa mengakibatkan kinerja ginjal kucing harus bekerja ekstra keras.

Masalah yang sering terjadi jika kucing kekurangan kadar air dalam tubuhnya adalah urinary tract disorder atau biasa disebut dengan kencing batu. Gejala-gejalanya adalah kucing menjadi sulit untuk buang air, kencing berdarah, dan kucing menjadi sering menjilati area genitalnya karena merasakan ketidaknyamanan/sakit.

Oleh karena itu, sebaiknya berilah makanan basah untuk kucing anda daripada makanan dry food. Selain tidak memenuhi kadar air untuk kucing, makanan dry food juga kadar korbohidratnya tinggi yang sebenarnya tidak dibuthkan oleh kucing. Kebutuhan energy pada kucing di dapat dari protein dan lemak, oleh sebab itu kebutuhan akan karbihidrat sangat sedikit. Jadi makanan kucing kemasan yang baik adalah yang tidak mengandung biji-bijian (grain free) dan kandungan karbohidratnya tidak lebih dari 5%.

Bahan pengawet berbahaya bagi kucing


Selain pemberian makanan bernutrisi baik bagi kucing, kita juga harus mewaspadai makanan-makanan yang berbahaya jika dikonsumsinya. Makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya juga harus anda hindari karena dapat mengakibatkan kanker bagi kucing peliharaan, seperti BHA (Butylated Hydroxyanisole), Propyl gallate, Ethoxyquin, BHT (Butylated Hydroxytoluene), dan Propylene glycol.

Itulah jenis makanan kucing yang baik dan berkualitas sesuai dengan kebutuhan nutrisi kucing. Jangan lupa juga pilihlah makanan kucing yang memiliki kandungan vitamin C dan vitamin E.
*referensi artikel kaskus, baca juga artikel kucing maine coon dan perawatannya.
Read more »
Kucing Maine Coon Dan Perawatannya

Kucing Maine Coon Dan Perawatannya

Kucing Maine Coon, banyak orang mengatakan bahwa hewan peliharaan ini adalah “Anjingnya dari dunia kucing” karena kucing jenis ini sangat menikmati kebersamaan dengan orang. Hewan ini juga berprilaku sangat menyenangkan dan memiliki sifat yang penuh kasih sayang serta berpostur tubuh besar namun lembut dalam tingkah lakunya.

merawat-kucing-maine-coon_6543258
Pic wikipedia

Selain sifatnya yang penuh kasih sayang, kucing maine coon juga sangat ramah, cerdas, setia, menyenangkan, serta lembut sehingga tidak akan membahayakan bagi anak-anak.  Jadi kucing jenis ini tergolong sangat aman untuk dijadikan hewan peliharaan dirumah.

Hal menarik lainnya dari maine coon adalah tidak selalu tergantung pada manusia, misalnya tidak terus menerus mengemis perhatian akan tetapi mereka senang “bergaul” dengan manusia. Kucing ini tidak mau ada “jarak” dengan anda, mereka akan terus mengikuti anda dari kamar ke kamar dan akan setia menunggu diluar pintu sampai anda keluar. Memelihara seekor kucing maine coon bisa untuk dijadikan teman setia bagi anda.

Maine coon juga merupakan kucing yang berkepribadian santai serta bersuara kecil dan lembut saat sedang mengeong. Mungkin itu menjadi salah satu keunikannya, bertubuh  besar namun suaranya kecil dan lembut.

Bentuk kucing maine coon


Secara umum kucing jenis ini memiliki otot yang kuat, dada lebar, badan persegi panjang, serta berbulu halus. Berat tubuh kucing jantan antara 12 sampai 15 kg dan kucing betina rata-rata 9 sampai 12kg. Warna bulu kucing maine coon ada banyak macamnya, antara lain putih, hitam, silver, coklat, tabby, orange, krem, tortoiseshell atau belacu, serta multi warna.

kucing-maine-coon-lucu_3567789
Pic by Maine Coon Adoptions

Mata maine coon berbentuk besar, bulat, serta bersinar. Sedangkan warna mata yang paling umum adalah bernuansa hijau, emas, atau hijua emas. Kucing jenis ini umumnya berkaki besar, bulat dan ada beberapa jenis maine coon yang berkaki polydactyl (kucing yang memiliki 6 jari pada kaki bagian depan dan 5 jari pada kaki bagian belakang, wikipedia). Hewan ini juga bertelinga besar, serta memiliki ekor yang panjang dan halus.

Merawat maine coon


Karena sebagaian besar maine coon memiliki bulu-bulu yang tebal dan panjang, maka harus sering dilakukan perawatan untuk menjaga kesehatan bulu-bulunya. Kucing ini juga banyak yang menyukai air, maka berikan selalu air bersih.

Memelihara kucing alangkah baiknya selalu berada didalam rumah karena akan lebih mudah untuk mengontrolnya, baik dari makanan yang dimakannya serta tidak dipungkiri ada sebagian orang diluar yang membenci akan keberadaan kucing. Jadi akan lebih baik dan aman jika kucing peliharaan anda selalu berada didalam rumah, sebab jika kucing berada di luar rumah bisa jadi dia akan memakan makanan yang beracun karena banyak kucing yang berkebiasaan mengorek-orek tempat sampah.

Selain itu, kucing yang berada di luar rumah juga bisa terancam keselamatannya akibat hewan predator seperti possum, coyote, dan rakun. Diluar rumah kucing juga sangat rentan terkena berbagai penyakit baik dari segi makanan yang didapat maupun dari kutu dan parasit. Perlu diketahui juga bahwa umur kucing yang berada diluar rumah secara umum 3-5 tahun, sedangkan yang berada didalam rumah bisa mencapai lebih dari 20 tahun.

Jadi akan lebih baik jika anda memelihara kucing, baik itu maine coon, angora, persia, atau jenis lainnya selalu berada di dalam rumah.
Read more »
Jenis Kucing Persia Yang Paling Popular

Jenis Kucing Persia Yang Paling Popular

Kucing Persia, jenis kucing peliharaan yang sangat popular diseluruh dunia. Sifat binatang ini sangat mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan serta senang bermain, sehingga sangat ideal untuk dijadikan binatang peliharaan dirumah sebagai teman bermain bersama keluarga.

Sifat Jenis Kucing Persia


Hal menarik lainnya dari jenis kucing persia adalah memiliki ekspresi wajah yang manis, tenang, bisa duduk, tidak berisik, suaranya lembut, dan bisa tidur berjam-jam dalam satu tempat. Kucing Persia dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan dari warna bulu, tampilan fisik, dan asalnya.

1. Himalayan

jenis-kucing-persia-himalayan_650214

Jenis kucing ini tergolong relative baru daripada jenis kucing Persia lainnya.

2. Doll Faced Persians

kucing-persia-tradisional-doll-faced-persian

Jenis diatas biasa disebut dengan kucing Persia tradisional

3. Smoke Persians

kucing-persia-berwarna-asap-diselimuti-bulu-putih

Fitur dari jenis ini hamper sama dengan Doll-faced Persian hanya berbeda pada warna bulu yang seperti asap dilapisi dengan bulu warna putih.

4. Peke Faced Persians

Jenis-kucing-persia-paling-diminati

Kucing yang satu ini merupakan jenis kucing Persia yang paling banyak diminati dan paling jarang/langka daripada kucing Persia lainnya.

5. Exotic Short Haired Persians

kucing-persia-berbulu-pendek

Kucing ini dianggap merupakan silangan dari kucing American Short Hair dengan kucing Persia.

Sangat cantik dan menarik bukan jenis kucing Persia diatas, apakah anda berminat untuk memeliharanya? Lihat juga jenis binatang peliharaan lainnya di Other Pets
Read more »