-->
Sering terjadi kasus kematian pada murai bakalan yang baru di pelihara, apalagi jika burung tersebut baru di beli/dapat dari hasil tangkapan hutan. Murai masih dalam keadaan stress dan tentunya butuh waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Saat dalam kondisi tersebut tentu nafsu makan burung berkurang bahkan tidak ada nafsu untuk makan sama sekali, alhasil burung menjadi sakit dan berujung dengan kematian.
Selain kematian murai bakalan terjadi karena kondisi mental yang masih stress, ada beberapa penyebab lain yang perlu diperhatikan.
1. Murai bakalan hasil pancingan
Kasus kematian murai bakalan hasil tangkapan dengan menggunakan mata pancing paling banyak terjadi. Untuk mengantisipasi, sebaiknya saat akan membeli MB perhatikan hal berikut:
- Burung murai mempunyai suara khas, yaitu kretekan. Namun jika murai bakalan hasil tangkapan dengan metode pancingan tidak akan mengelurakan suara tersebut, karena adanya luka pada tenggorokannya. Tetapi juga jangan beranggapan kalau MB yang tidak mengeluarkan suara kretekan adalah hasil pancingan, namun hanya perlu mewaspadainya saja.
- Murai hasil pancingan biasanya nafsu makan turun karena adanya rasa sakit pada rongga mulut akibat pancing. Untuk itu, kita perlu waspada pada murai bahan yang tidak tertarik dengan EF (jangkrik, UH, maupun yang lainnya).
- Sebaiknya meminta penjual MB untuk membuka mulut burung, jika terdapat luka di sekitar tenggorakan burung kemungkinan besar adalah hasil dari pancingan.
- Jangan tergoda dengan omongan sang penjual yang mengatakan kalau murai bakalannya mau makan dilihat dari banyaknya sisa makanan yang tercecer didasar sangkar. Kebanyakan penjual burung hasil pancingan dalam mengelabui calon pembeli salah satunya dengan membiarkan kotoran maupun sisa makanan burung atau tidak dibersihkan kandangnya.
- Penjual burung hasil dari pancingan yang nakal juga biasanya memberikan air infusan pada tempat minum, cara ini digunakan agar kondisi burung tetap fit walaupun tidak makan.
2. Kebersihan kandang murai
Murai bakalan yang baru dibeli biasanya kandang selalu dikerodong, hal tersebut memang baik untuk mengurangi stress pada burung. Akan tetapi perlu dilakukan pemantauan dan pembersihan kandang setiap harinya. Selain itu, sirkulasi udara pada kandang juga diperlukan agar murai bakalan tidak mudah terjangkiti virus yang berasal dari kotorannya karena kondisi pengap akibat kerodong.
Baca juga artikel: Tips Mempercepat Murai Bakalan Berkicau
3. Adanya kotoran yang menempel pada kolaka (dubur)
Terjadinya kematian pada murai bakalan salah satunya adalah akibat adanya kotoran yang menempel pada dubur. MB yang baru ditangkap dari hutan biasanya sering mengeluarkan kotoran berbentuk cair yang kental dan lengket. Kotoran ini seringkali menempel pada bulu halus di bagian dubur dan lama kelamaan akan dapat menyumbat saluran pembuangan, jika hal ini terjadi tentu akan membuat burung menjadi sulit buang kotoran yang dapat mengakibatkan kematian.
Oleh karena itu, kita harus memeriksa bagian dubur burung setidaknya 1 minggu sekali untuk memastikan tidak adanya kotoran yang melakat. Namun jika sudah ada kotoran yang menempel dan kondisinya sudah mengeras, solusinya adalah menggunting bagian bulu yang tertempel kotoran.
4. Cuaca ekstrim
Perubahan cuaca yang esktrim, misalnya pagi hari cerah namun pada siang harinya hujan dan suhu udara menjadi dingin. Saat kondisi seperti ini bisa membuat burung murai bakalan menjadi sakit dengan mengembangkan bulu-bulunya. Jika hal ini terjadi maka sebaiknya segera dilakukan pengobatan, karena akan berakibat fatal yang berujung kematian.
Solusi mengatasi burung murai bakalan yang belum dapat beradaptasi dengan perubahan cuaca yang ekstrim adalah dengan menempatkan kandang pada ruangan yang memiliki suhu stabil atau bisa dengan memberikan penerangan listrik agar suhu menjadi hangat.
Baca juga artikel: Solusi Hilangkan Kutu Pada Burung Kicauan
Itulah beberapa cara untuk menghindari resiko kematian burung murai bakalan yang kami kutip dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.
Read more »
Diposkan oleh
Suara Burung Juara
di
Wednesday, August 12, 2015
Memiliki burung murai yang kuat mentalnya saat dipertemukan dengan lawan tentu menjadi suatu kebanggan bagi pemiliknya. Burung yang kuat mental tarungnya tentu tidak terjadi begitu saja, namun kita perlu melatih mental murai bakalan terbentuk.
Melatih mental khususnya bagi burung murai bakalan atau muda akan lebih baik daripada melatihnya pada saat usia sudah tua, akan tetapi melatih burung yang masih bahan jangan langsung di bawa ke arena latber karena bisa membuat sang burung menjadi drop dan tentunya bisa membuatnya malas untuk berkicau.
Lakukan pelatihan mental burung secara bertahap sehingga kondisi mental dapat terjaga. Berikut salah satu cara melatih mental murai bakalan (catatan: Murai bakalan harus yang sudah gacor, namun mental belum kuat) yang bisa Anda terapkan yaitu dengan cara membuka kerodong sedikit demi sedikit.
Metode Pelatihan Mental Murai Bakalan
Tips ini sebenarnya sama seperti kita membawa ke arena latber, hanya ini merupakan skala kecil. Sediakan beberapa murai yang sudah kuat mental minimal 2 ekor, namun akan lebih baik jika lebih jumlahnya.
Lakukan trek, namun posisi sangkar tidak di gantang tetapi ditaruh dilantai dan burung murai bakalan yang akan di latih mentalnya jangan di buka kerodongnya. Sedangkan jarak sangkar antara burung MB kira antara 4-6 meter.
Biarkan MB bakalan berkicau dalam sangkar yang dikerodong beberapa menit. Jika dirasa burung bakalan sudah mulai ngotot berkicaunya, buka kerodong setengah saja dan lihat apakah MB bakalan mau melihat lawan dari celah kerodong atau tidak. Jika sudah mau mengintip lawan, buka kerodong secara penuh dan biarkan setidaknya 10 hingga 15 menit kemudian ditutup kembali kerodongnya.
Selanjutnya selang beberapa menit, buka kembali kerodong selama 1 menit lalu tutup kembali dan jauhkan murai bakalan dari tempat tersebut dan biarkan berkicau sendirian. Selama sedang berkicau dengan gacor, Anda dengarkan apakah suara kicaunya lebih dominan seperti murai tarung (keras, kencang, dan mengeluarkan suara isian) atau hanya kicauan biasa. (baca juga artikel Koleksi Suara Burung Murai Batu)
Jika kicauannya masih suara biasa bukan suara murai yang sedang tarung maka lakukan pelatihan kembali setidaknya selama 3hari, kemudian pelatihan bisa dilakukan 2kali dalam seminggu.
Metode pelatihan mental murai bakalan ini memang tidak hanya sekali jika ingin hasil yang memuaskan, melainkan dibutuhkan beberapa kali sampai mental murai bakalan benar-benar kuat dan siap untuk dibawa ke arena latber maupun perlombaan. Selain pelatihan tersebut juga perlu diperhatikan pemberian EF pada murai, berikan EF sesuai dengan karakter MB Anda. Semoga bermanfaat. (tips dikutip dari kicaumania.or.id)
Read more »
Diposkan oleh
Suara Burung Juara
di
Tuesday, May 12, 2015
Mempunyai burung murai batu yang berpenampilan menarik dan indah dalam berkicau merupakan point atau tujuan utama dalam memeliharanya. Namun menariknya tampilan dan indahnya suara bergantung pada kondisi kesehatan burung tersebut, jika burung dalam keadaan sakit tentu saja penampilan jadi tidak menyenangkan dan enggan untuk berkicau.
Saat merawat burung peliharaan khususnya murai batu seringkali menghadapai berbagai masalah kesehatannya baik fisik maupun mental. Berikut beberapa masalah yang biasanya sering terjadi pada MB dan cara penanganannya yang kami kutip dari blog muraibatuaceh:
Suara serak yang terjadi pada MB umumnya disebabkan karena melakukan penjemuran yang berlebihan, adanya luka pada tenggorokan yang diakibatkan karena makanan (biasanya luka akibat duri pada kaki jangkrik), dan terjadinya perubahan cuaca yang bersifat ekstrim.
Solusi dalam menangani permasalahan suara serak pada MB maka hindari penjemuran murai batu secara berlebihan atau terlalu lama, tutup sangkar dengan kerodong jika terjadi perubahan cuaca yang ekstrim, member minuman larutan penyegar (tidak berasa) sebagai pengganti air minum, pemberian EF berupa jangkrik sebaiknya dibuang bagian kaki dan kepalanya terlebih dahulu, berikan makanan tambahan berupa cacing saat proses penyembuhan, bersihkan kandang dari kotoran.
Murai Batu angkat kaki sebelah
Masalah yang terjadi pada MB yang mengangkat kaki sebelah biasanya disebabkan karena adanya kejang pada kaki atau otot kaki yang tertarik, kuku yang terluka, dan telapak kaki yang mengalami luka.
Solusi penanganganan pada MB yang angkat kaki sebelah jika dikarenakan kejang biasanya burung akan menyembuhkannya sendiri, proses penyembuhan biasanya dengan mengangkat kaki serta menyembunyikannya dibagian bawah dada. Namun jika dalam melakukan proses ini terlalu lama, maka sebaiknya segera oleskan minyak tawon pada bagian kaki yang selalu diangkat.
Sedangkan jika proses angkat kaki karena terdapat luka dan mengeluarkan darah, lakukan pembersihan pada kaki yang terluka kemudian berikan betadine untuk mencegah terjadinya infeksi. Selama menjalani proses pemulihan sebaiknya murai batu dalam kondisi dikerodong dan tempatkan pada ruangan yang tenang.
Nafsu makan Murai Batu berkurang
Berkurangnya nafsu makan pada MB biasanya disebabkan karena keracunan yang bersumber dari komsumsi makanan maupun minuman, burung mengalami stress berat, kurangnya persediaan makanan maupun minuman dalam waktu yang lama. (Lihat juga artikel Makanan Bergizi Bagi Murai)
Solusi penanganannya adalah selalu menjaga kondisi kebersihan kandang, ganti voer yang sudah lama dan minuman diganti setiap pagi.
Jika kurangnya nafsu makan akibat stress, maka tempatkanlah murai batu pada tempat yang tenang dan pencahayaan yang cukup sambil sangkar dikerodong. Berikan juga obat stress dan penambah nafsu makan yang banyak dijual ditoko-toko burung. (Baca juga artikel Pentingnya Vitamin Bagi Murai Batu)
Selalu pantau kondisi burung dan berikan EF (extra fooding) lebih dari biasanya sampai kondisi Murai Batu menjadi normal kembali.
Read more »
Diposkan oleh
Suara Burung Juara
di
Saturday, December 13, 2014
Menjaga kualitas kesehatan tubuh murai batu sangatlah penting agar burung tetap dalam kondisi prima dan tentunya agar dapat berkicau setiap saat, karena kondisi kesehatan burung berpengaruh besar terhadap kicauan. Memberikan makanan yang mengandung nutrisi/gizi yang baik menjadi suatu kewajiban bagi pemelihara jika ingin peliharaannya rajin bersuara/gacor.
Pakan bergizi yang baik juga dapat mencegah burung dari berbagai penyakit dan membuat pertumbuhan tubuh maupun mental berjalan dengan normal. Banyak asupan atau makanan yang diperlukan dalam perawatan murai batu guna menjaga kesehatan tubuhnya, seperti yang dibahas pada artikel Pentingnya Vitamin Bagi Murai.
Pentingnya Makanan Tambahan Bagi Murai
Selain voer sebagai pakan wajib bagi murai, kita juga harus memberikan makanan tambahan atau biasa disebut dengan EF (extra fooding). Pemberian EF ini sangat penting untuk menjaga kesehatan murai agar tetap terjaga, karena EF banyak mengandung protein serta vitamin yang sangat berguna bagi burung. Banyak macam EF yang baik bagi burung, seperti jangkrik, cacing, kroto, ulat hongkong, ulat kandang, ulat bambu, sayur dan buah. Namun pemberian EF ini juga tidak boleh berlebihan, karena akan berdampak buruk bagi burung.
EF yang bagus selain jenis diatas adalah Kuning Telur Ayam Kampung. Selain berguna bagi kesehatan manusia, kuning telur ayam kampung juga dapat diberikan pada murai batu. Kandungan gizi pada kuning telur ayam kampung cukup banyak, seperti air, protein lemak, karbohidrat, lemak, mineral dan vitamin. Kandungan-kandungan gizi tersebut sangat dibutuhkan bagi kesehatan burung murai, maka berikanlah kuning telur ayam kampung sebagai makanan tambahan MB anda.
Cara pemberiannya adalah dengan merebus telur ayam kampung sampai matang (murai tidak suka telur setengah matang). Murai akan sangat lahap menyantap kuning telur, karena burung MB suka dengan bau amis. Proses pemberian EF ini cukup 1 kali dalam seminggu.
Selalu jaga kondisi burung murai peliharaan anda dengan memberikan makanan sehat dengan kandungan nutrisi yang cukup agar selalu fit setiap hari, tidak mudah stress, kebal dari berbagai penyakit, dan rajin berkicau.
Read more »
Diposkan oleh
Suara Burung Juara
di
Monday, November 24, 2014
Ekor panjang menjadi salah satu daya tarik dari murai batu, namun apa jadinya jika ekor MB berubah menjadi pendek? Kejadian seperti ini sering dialami para pemelihara murai, burung yang baru selesai mabung ekornya tidak panjang lagi.
Penyebab Ekor Murai Tidak Panjang
Saat mabung pada murai seharusnya akan menambah panjang ekor “Maksimal sampai pada mabung ke-4”, namun banyak terjadi kasus yang justru sebaliknya “ekor menjadi pendek”. Ada beberapa faktor yang menyebabkan ekor murai tidak panjang setelah mabung, diantarnya adalah karena 5 hal ini:
#1. Pakan Tidak Tepat
Burung memerlukan asupan nutrisi yang baik untuk kesehatannya. Makanan yang mengandung nutrisi dapat membantu proses pertumbuhan bulu terutama ekor. Jika kita memberikan pakan yang kandungan gizinya tidak baik sebelum proses mabung, maka akan berakibat ekor murai batu jadi bertambah pendek serta tipis. (Baca artikel Pentingnya Vitamin Bagi Murai).
#2. Suhu Udara Terlalu Panas
Suhu udara yang terlalu panas juga dapat mempengaruhi pendeknya ekor murai karena zat lilin yang berada pada pangkal bulu ekor menjadi kering dan keras. Maka sangat disarankan agar jangan menjemur burung pada saat matahari terik atau langsung berhadapan dengan sinar matahari secara langsung.
#3. Dicabut Secara Paksa
Pencabutan bulu dengan cara paksa pada ekor dapat mengakibatkan pertumbuhan bulu ekor tidak sama panjang ukurannya. Hal ini seringkali dilakukan oleh pemelihara yang tidak sabar menunggu burung pada saat mabung.
#4. Murai Kondisi Stress
Stress pada burung juga bisa membuat ekor murai tidak panjang pasca mabung. Kondisi stress ini biasanya sering terjadi pada murai yang baru pertama kali mengalami mabung dan di rawat oleh pemelihara yang juga baru memelihara MB. Karena adanya rasa penasaran, seringkali pemelihara sering membuka sangkar yang dikerodong. Akibatnya burung tidak tenang dan nyaman sehingga membuat stress.
#5. Di Adu Sebelum Proses Mabung Selesai
Tipe fight burung murai batu akan tumbuh saat mendengar suara MB lainnya sehingga akan sering memainkan bulu ekornya. Jika kondisi tumbuh bulu ekor belum sempurna dan sering memainkan ekor saat mendengar kicau murai lain maka akan menghambat pertumbuhan bulu, bahkan bisa menutup pertumbuhan dan akhirnya bulu ekor murai tidak panjang. (Lihat artikel Mengenal Sifat Dan Karakter Murai Batu)
Itulah 5 hal yang dapat membuat ekor murai batu tidak panjang. Hal yang penting dalam merawat burung murai yang sedang mabung selain memberikan pakan yang kaya nutrisi juga menjaga ketenangan MB. Sumber referensi artikel kicaumania.
Read more »
Diposkan oleh
Suara Burung Juara
di
Tuesday, November 18, 2014
Burung Murai Batu saat berada di habitat aslinya akan memakan makanan sesuai selera dan tentunya bervariasi serta banyak mengandung vitamin pada setiap harinya. Saat kita memelihara burung mungkin makanan yang disediakan hanya itu-itu saja, oleh karena itu banyak murai yang dipelihara sering tidak fit baik tubuh maupun mentalnya. (Baca artikel Tips Menjaga Kualitas Murai)
Kondisi burung yang sering lesu atau jarang mengeluarkan suara bisa jadi karena asupan vitamin yang kurang. Ada beberapa vitamin yang dibutuhkan untuk burung murai agar kondisinya selalu fit dan gacor setiap hari:
Vitamin B Kompleks untuk Murai Batu
Kandungan-kandungan dari Vit. B Kompleks ternyata sangat baik untuk kesehatan burung murai, berikut kegunaan/fungsi kandungan yang terdapat pada vitamin ini.
Vitamin-B1 berguna untuk jantung, system saraf, otot, serta dapat membantu mengolah karbohidrat menjadi energi bagi Murai.
Vitamin-B2 akan mengolah karbohidrat jadi energy untuk memproduksi sel darah merah. Vit B2 juga penting untuk penglihatan burung.
Vitamin-B6 akan membantu prosesnya protein yang dikonsumsi burung agar mudah diserap tubuh. Selain itu juga untuk membantu produksi sel darah merah pada murai.
Vitamin-B9 berguna untuk proses produksi sel darah merah serta DNA (Deoxyribonucleic acid) atau asam Deoxyribonucleic.
Vitamin-B12 dapat membuat nafsu makan murai jadi bertambah, serta berguna untuk sistem saraf burung agar dapat bekerja dengan baik.
Kandungan dari Vitamin B Kompleks tersebut terbukti sangat penting untuk memperlancar peredaran darah di tubuh, otak, dan untuk memelihara system saraf burung murai. Jika anda membeli Vitamin B Kompleks sebaiknya juga yang terdapat kandungan Biotin (Vitamin B7 atau juga dikenal dengan Vitamin H), biotin sangat baik bagi pertumbuhan bulu ekor.
Vitamin B Kompleks juga ampuh untuk meminimalisir stress pada burung, sehingga sangat baik untuk burung yang sedang mengalami macet bunyi akibat stress/mental down (Baca artikel juga artikel Mengatasi Cucak Ijo Macet Bunyi). Kelebihan lain dari Vit. B Kompleks adalah dapat mengobati burung yang lesu, kurang nafsu makan, kejang-kejang, serta kelumpuhan pada burung.
Vitamin lain yang juga penting bagi murai adalah Vitamin E. Kegunaan atau fungsi Vit. E yaitu untuk mengkilapkan bulu-bulu serta meningkatkan birahi. Vitamin ini sangat baik diberikan jika burung dalam kondisi mabung. Perlu diperhatikan juga dalam pemberiannya, jangan terlalu banyak karena bisa mengakibatkan burung mabung tidak pada waktunya.
Itulah beberapa point penting dalam pemberian Vitamin bagi burung murai guna menjaga tubuh selalu berkondisi prima serta dapat berkicau setiap hari.
referensi artikel forum kicaumania
Read more »
Diposkan oleh
Suara Burung Juara
di
Sunday, November 16, 2014
Murai Batu salah satu jenis burung yang memiliki bulu indah serta merdu dalam berkicau, namun bagaimana jika sang murai milik anda sering mencabuti bulu-bulunya. Kejadian seperti ini mungkin sering anda temui, dimana sang burung mencabuti bulunya sendiri. Bagaimana jika hal ini terjadi pada peliharaan anda dan bagaimana cara mengobatinya? Mungkin tips ini bisa menjadi rujukan untuk mengatasi MB anda yang sering mencabuti bulunya.
Burung murai batu yang sering mencabuti bulu dada bisa jadi karena disebabkan oleh hama atau bakteri yang ada pada bulunya. Bakteri ini biasanya selalu menyerang atau menghinggapi pada bagian bawah dada.
Penyebab utama dari keadaan ini adalah karena kebersihan kandang/sangkar burung murai yang tidak baik, kotor, dan lembab. Sangkar burung yang kotor merupakan alat yang sangat disenangi oleh bakteri, pertumbuhan dan perkembangbiakkan menjadikan burung MB anda terkena imbasnya. Sedangkan sangkar burung yang berudara lembab akan mempermudah pertumbuhan bakteri didalam kandang.
Perawatan Burung Murai Batu Yang Mencabuti Bulu
Pertama, Selalu bersihkan kandang/sangkar setiap hari serta ganti bekas air minum dan sisa makanan.
Kedua, Jemur Murai Batu beserta sangkarnya pada pagi hari, karena sinar ultra violet yang berasal dari matahari dapat mematikan kuman-kuman, jamur, dan bakteri yang ada pada burung serta sangkar.
Ketiga, Jika murai sudah terkena jamur hentikan pemandian terlebih dahulu antar 4 hingga 6 hari.
Keempat, Obati burung MB anda dengan kunyit yang dikupas terlebih dahulu kulitnya. Caranya dengan dioleskan atau bisa diparut terlebih dahulu baru dioleskan pada bagian yang terkena jamur/bakteri (bagian yang dicabuti bulunya). Proses ini dilakukan sampai burung tidak lagi mencabuti bulunya.
Kelima, Jika burung murai batu sudah tidak melakukan cabut bulu maka bisa dilakukan perawatan seperti semula saat burung tidak terkena jamur.
Keenam, Hilangkan kebiasaan memandikan burung dengan air bekas mandi burung-burung lain peliharan anda, karena bisa jadi kuman menular melalui air bekas mandi burung.
Itulah langkah-langkah perawatan murai batu yang mencabuti bulu, semoga berguna bagi burung peliharaan anda dan cepat pulih agar kembali dapat mendengarkan suara murai batu yang indah.
Read more »
Diposkan oleh
Suara Burung Juara
di
Sunday, October 26, 2014
SuaraBurungs.Com, Murai Batu memang burung yang menarik, eksotis. Selain memiliki kicauan yang bagus, murai juga memiliki keindahan pada bulu-bulunya. Burung ini juga menjadi salah satu burung yang berharga tinggi nilai jualnya. Karena harga yang terus melambung, maka banyak peternak yang mengembangbiakkan burung murai bahkan banyak juga yang nekad berburu burung murai dihutan yang sebenarnya SANGAT DILARANG karena akan merusak habitat burung di alam liar/hutan.
Tetapi jika anda kebetulan ingin membeli burung murai batu hasil tangkapan dari hutan, ada baiknya untuk membaca artikel Ciri Murai Batu Tangkapan Hutan Yang Berkualitas ini, agar anda mendapatkan burung incaran yang benar-benar hebat dikandang maupun saat diperlombaan.
Lihat Ciri Fisik Murai Batu
Yang pertama harus anda lihat adalah bagian mata burung, pilihlah murai yang tidak memiliki tanda-tanda katarak (cirinya, terdapat warna putih diselaput matanya).
Kedua, Lihatlah bentuk ekor murai. Pilihlah yang memiliki ekor rapat dan tidak terlalu tebal (murai yang memiliki ekor seperti ini selain enak dipandang juga berkemampuan memainkan ekornya saat sedang bertarung).
Ketiga, Pilihlah murai batu yang berbulu dada kekuningan (sebagian besar murai memiliki bulu dada yang kecoklatan, akan tetapi jika anda menemukan bulu dada yang berwarna kekuningan itu lebih bagus karena biasanya murai yang seperti ini mudah berbunyi/berkicau).
Keempat, Lihat paruh murai. Pilihlah yang berpangkal lebar, tebal, panjang, dan besar. Pada bagian bawah paruh harus lurus, lubang hidung memiliki jarak yang dekat.
Kelima, Bagian kepala pilihlah yang berbentuk kotak, matanya bulat dan melotot. (Murai yang seperti ini biasanya mempunyai mental yang kuat dalam bertanding).
Keenam, Bentuk badan yang baik pada murai adalah berpostur sedang/serasi antara leher dan badan. Kaki juga harus serasi dengan postur tubuh.
Ketujuh, Pilih murai yang sayapnya mengepit serta kaki mampu mencengkeram dengan kuat.
Lihat Usia Murai
Mengetahui usia murai secara pasti akan sulit jika burung dari tangkapan hutan, tetapi ada cirri yang bias kita amati untuk mengetahui usia murai. Burung murai yang masih muda memiliki tanda yaitu, terdapat bintik cokelat dibagian sayap dalam maupun luar.
Lihat Perilaku Murai Batu
Jika murai muda, saat kita pegang maka burung akan merespon dengan jeritan yang kencang dan akan paruhnya akan mematuk jari tangan (burung seperti ini memiliki mental yang sangat berani)
Burung murai batu terlihat lincah dan nafsu makan besar (menandakan burung sehat dan mentalnya baik)
Pembahasan lebih detail mengenai perilaku anda bisa baca artikel Mengenal Sifat dan Karakter Murai Batu. Itulah tips bagaimana mengetahui Murai Batu Tangkapan Hutan Yang Berkualitas, semoga dapat menambah pengetahuan bagi anda yang ingin membeli burung murai khususnya hasil dari tangkapan hutan.
Read more »
Diposkan oleh
Suara Burung Juara
di
Tuesday, October 21, 2014
Setiap makhluk pasti memiliki sifat/karakter sendiri, begitu juga dengan burung murai batu. Sifat/Karakter dari burung murai antara lain adalah:
Murai sangat mudah untuk beradaptasi pada lingkungan, burung satu ini tidak mudah mengalami stress saat berpindah tempat maupun adanya perubahan cuaca.
Menjadi petarung yang sangat mudah naik darah, jika mendengar suara burung murai lain maka akan cepat melakukan reaksi untuk bertarung. Baca Gaya Bertarung Murai Batu Sumatera dan Borneo
Murai sangat mudah naik birahi (Baca: Ciri Burung Over Birahi)
Karena mempunyai kemampuan untuk beradaptasi yang tinggi, maka burung murai menjadi mudah untuk dijinakkan.
Itulah sifat/karakter dari Burung Murai Batu yang identik dengan ekor panjang dan keindahan kicauan suaranya. Baca juga Cara Memilih Burung Murai Batu Yang Baik.
Read more »
Diposkan oleh
Suara Burung Juara
di
Wednesday, October 15, 2014