-->
Cara Mudah Beternak Lovebird #3

Cara Mudah Beternak Lovebird #3

Setelah kita mengetahui jenis kelamin antara jantan dan betina yang sudah kita bahas pada Cara Mudah Beternak Lovebird #2, sekarang kita mengulas cara penjodohannya. Peternak pemula seringkali beranggapan bahwa burung yang sudah berpasangan berarti telah berjodoh (perlu diketahui bahwa lovebird terkadang akan selalu bersama walaupun berjenis kelamin sama), maka setelah disatukan dalam kandang dan menunggu beberapa lama namun tidak juga bertelor atau bahkan bertelor hingga 10 butir (tetapi telor tidak mau menetas karena ternyata keduanya betina, jadi telor yang dihasilkan tidak diisi sperma jantan).

penjodohan lovebird

Oleh sebab itu kita harus benar-benar mengetahui jenis kelaminnya. Setelah pada artikel sebelumnya juga sudah kita bahas cara membedakan jenis kelamin lovebird, namun tidak ada salahnya kita bahas kembali secara singkat.

1. Ujung Ekor Lovebird

Secara umum burung lovebird jantan memiliki ujung ekor yang meruncing/lancip, sedangkan betina terlihat mengembang atau rata.

2. Sayap Lovebird

Ujung sayap lovebird juga bisa kita jadikan patokan untuk menentukan jenis kelamin. Jika kedua ujung sayap menyilang berarti jantan dan kalau tidak menyilang/terbuka berarti lovebird betina.

Proses Penjodohan Lovebird


Penjodohan ada dua cara yang sering dilakukan para breeder/peternak yaitu dengan cara koloni dan sepasang.

1. Penjodohan Cara Koloni

Cara ini biasanya sering dilakukan oleh peternak pemula, dengan menyatukan beberapa ekor lovebird dalam satu kandang berukuran besar. Hal ini akan lebih memudahkan lovebird untuk memilih pasangannya sendiri-sendiri.

2. Penjodohan Cara Sepasang

Proses ini akan memakan waktu dan perhatian yang lebih dikarenakan kita akan menyatukan burung yang tidak saling kenal. Caranya dengan menempatkan burung dikandang yang mempunyai sekat, hal ini dilakukan agar kedua burung berinteraksi secara langsung namun dibatasi sekat. Namun jika anda tidak mempunyai kandang sekat maka bisa menggunakan kandang harian/gantung yang ditempelkan, buat tenggeran yang sejajar dan tempat makan juga berdekatan.

Setelah kita persiapkan kandang pejodohan kemudian kita masukan burung kedalam sangkar, liat perkembangannya (biasanya proses ini memakan waktu 4 hingga 7 hari). Kemudian jika sudah dapat dipastikan kedua indukan lovebird saling suka (bisa diliat dengan sering beradu paruh walau dibatasi sekat, atau sering bertengger berdamping).

Jika proses ini sudah berlangsung kita bisa membuka sekat agar indukan lovebird bisa bercampur bersama. Selama proses ini kita harus sering memantau perkembangan kedua pasangan, dan persiapkan tempat bertelor juga makanan yang memiliki nutrisi banyak dan memiliki kadar vitamin yang cukup agar proses bertelur tidak ada gangguan kesehatan.

Proses Bertelur Lovebird


Penjodohan sudah dilakukan dengan baik, saatnya lovebird betina untuk bertelur dan mengerami. Proses pengeraman sampai penetasan biasanya memakan waktu antara 2 hingga 3 minggu, setelah menetas jangan lupa untuk memberi makanan bergizi tinggi. Berikut komposisi makanan biji-bijian yang disarankan oleh para penangkar senior.

Biji-bijian
Jumlah %
Biji Milet
45%
Biji Canary (Canary Seed)
30%
Biji Bunga Matahari
15%
Biji Gandum (oats)
5%
Biji Rami (hemp)
3%
Biji Niger Seed
2%

Sedangkan untuk sayuran adalah kangkung, jagung muda, brokoli, toge, dan selada. Buah-buahan biasanya burung lovebird ada yang menyukai dan ada yang tidak, namun yang sering diberikan adalah pir, apel, pepaya, dan pisang. (Khusus untuk buah tidak menjadi prioritas utama, yang terpenting adalah sayuran)

Pastikan ketersediaan grit dan tulang sotong yang cukup pada indukan lovebird guna mensuplai asupan kalsium bagi induk maupun anakannya, bahan ini bisa anda beli di toko burung. Demikian Cara Mudah Beternak Lovebird #3 Tentang Penjodohan dan Masa Bertelur. Referensi artikel http://herryadhitya.blogspot.com/2012/06/berternak-burung-lovebird-salam-sobat.html, http://www.kicaumania.or.id/forums/showthread.php?8575-Menu-Breeding-Lovebird, http://omkicau.com/2013/06/28/menjodohkan-lovebird-secara-efektif/ . Semoga bermanfaat dan sukses menangkar lovebird. Guna memperluas wawasan baca juga Cara Pembesaran Anakan Lovebird.
Read more »
Cara Mudah Beternak Lovebird #2

Cara Mudah Beternak Lovebird #2

Pada artikel sebelumnya Cara Mudah Beternak Lovebird #1 telah dibahas mengenai ragam jenis burung lovebird serta cara membedakan jenis kelamin Jantan/Betina. Selanjutnya artikel ini akan membahas tentang hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam Beternak Lovebird.

memilih induk lovebird

Keberhasilan dalam segala hal biasanya karena adanya persiapan yang matang, begitu pula jika anda akan beternak burung lovebird, maka harus dipersiapkan sebaik mungkin segala hal yang dibutuhkan dalam penangkaran. Apa saja yang harus dipersiapkan dalam Beternak Lovebird?

1.  Tempat/Ruangan

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam menangkar burung sebaiknya kita perlu menyiapkan ruangan khusus, hal ini untuk meminimalkan gangguan dari sekitar (hewan liar, kegaduhan anak kecil).

2. Sangkar/Kandang

Siapkan kandang yang berjeruji dari kawat/besi dengan ukuran 50x50x50 cm, ukuran ini untuk sepasang burung lovebird. Siapkan pula tempat untuk bertelur dari kayu berkukuran 25x20x25 cm dan juga berikan tempat tenggeran/tangkringan dari kayu (ukuran menyesuaikan lebar kandang). Jika anda tidak mau repot membikin sangkar sendiri, anda dapat membeli kandang/sangkar untuk ternak lovebird yang sudah jadi di penjual sangkar.

3. Memilih Indukan

Indukan lovebird merupakan faktor terpenting dalam menghasilkan anakan yang memiliki kualitas baik, oleh karena itu dalam beternak harus bisa mendapatkan indukan yang baik agar menghasilkan anakan yang berkualitas dan tentunya akan menambah nilai jual. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih indukan:

- Usia Indukan

Masa produksi burung lovebird dipengaruhi oleh faktor usia, lovebird betina biasanya akan bertelur pada usia 5 bulan. Akan tetapi usia yang paling bagus adalah antara 7-8 bulan, karena jika masih terlalu muda dikhawatirkan hasilnya akan kurang baik (lovebird muda masih belum sempurna pembentukan organ tubuhnya) sehingga dapat beresiko susah untuk bertelur, telur susah menetas, dan anakan akan mudah mati.

- Kesehatan Induk

Memilih indukan yang sehat bisa kita lihat dari tingkah laku burung, jika kita melihat burung yang gesit (banyak bergerak) serta nafsu makannya tinggi maka bisa dipastikan burung tersebut dalam kondisi sehat.

- Bentuk Tubuh Indukan Yang Ideal

Tubuh indukan lovebird yang bagus adalah jika antara leher, badan, ekor, serta kaki kelihatan serasi. Bagian dada lovebird terlihat lebar, sayap mengepit rapat, memiliki kaki yang kokoh/kuat serta kering, dan jari-jari kaki mencengkeram dengan kuat.

Selain dari bentuk badan, kita juga perlu perhatikan bagian kepala. Lovebird yang memiliki mental kuat dan bernyali bisa dilihat dari bagian kepala yang besar, pangkal paruh tebal dan panjang, memiliki bola mata besar serta bersih dan sorot matanya tajam.

Memilih indukan lovebird yang bagus juga harus dilihat pada daerah lehernya, jika indukan memiliki leher yang panjang dan padat maka indukan tersebut ideal karena dengan memiliki bentuk leher tersebut biasanya suara burung akan lantang dan bisa ngekek panjang.

Itulah beberapa persiapan yang harus diperlukan untuk beternak lovebird. Artikel selanjutnya Cara Mudah Beternak Lovebird #3 dibahas mengenai Proses Penjodohan Dan Masa Bertelur.
Read more »
Cara Mudah Beternak Lovebird #1

Cara Mudah Beternak Lovebird #1

Pemeliharaan hewan ternak khususnya burung akan selalu ada dimanapun tempatnya, baik dikota maupun pedesaan. Apalagi saat ini banyak spesies burung yang hampir punah, maka semakin banyak orang-orang untuk memeliharanya dari kepunahan. Salah satu contoh dengan cara menangkar atau diternakan. Burung Lovebird menjadi salah satu jenis hewan yang banyak diternakan. Selain untuk menjaga dari kepunahan burung lovebird juga menarik untuk dinikmati dari segi warna maupun suaranya.

beternak lovebird

Penggemar burung pemakan bijian seperti lovebird dan kenari (Cara Ternak Kenari) saat ini semakin banyak, oleh sebab itu harga burung ini cenderung naik dari waktu ke waktu. Karena semakin meningkat peminatnya, maka banyak pula orang yang menekuni menjadi peternak burung lovebird. Beternak lovebird menjadi ladang bisnis yang menggiurkan, jika anda berminat untuk menjadi peternak burung ini silahkan baca Cara Mudah Beternak Lovebird dibawah.

Tips Beternak Burung Lovebird

Sebelum membahas segala sesuatu tentang Cara Mudah Beternak Lovebird #1 alangkah baiknya kita mengetahui berbagai jenis dari burung ini.

Lovebird merupakan burung yang memiliki tipe sosial/berkelompok, burung ini juga memiliki sifat monogomi (setia terhadap pasangannya). lovebird memiliki 2 jenis yaitu lovebird kacamata (terdapat garis putih tebal yang melingkari mata) dan tidak berkacamata (garis putih sangat tipis terkadang bahkan tidak kelihatan), selain itu perbedaan lainnya adalah dari bentuk tubuhnya, Lovebird kacamata berbadan kecil sedangkan lovebird non kacamata berbadan lebih besar.

Saat ini lovebird kacamata semakin banyak peminatnya, karena memiliki keindahan warna yang eksotis. akan tetapi jika anda menyukai karena suaranya maka pilihlah yang tidak berkacamata. Lovebird yang banyak beredar di Indonesia antara lain: Albino, Lutino Mata Merah, Lutino Mata Hitam, Dark Green, Cobalt (dark blue), Cobalt Violet, Hitam kepala Hitam, Pastel Putih, Olive (double dark green), Pastel Kunig, Blue, Hitam Kepala Putih, Pied Green, Pastel Green, Pied Dom Spangle Green, Pied Dom Spangle Blue, Pied Dominit Sable Spangle Dark Violet, dan Pied Mauve. Sebenarnya masih banyak jenis lovebird, namun pada umumnya jenis-jenis tersebut yang banyak diminati penghobi lovebird saat ini. Jika anda ingin mengetahui bentuk dan warna lovebird silahkan artikel Foto-foto jenis lovebird.

Membedakan Jenis Kelamin Lovebird

Lovebird memiliki memiliki kurang lebih 9 spesies, akan tetapi yang paling banyak diternak adalah spesies Agapornis roseicollis (muka salem), Agapornis fischeri (Kacamata), dan Agapornis personatus (Kacamata Topeng). Ketiga spesies lovebird tersebut sangat sulit dibedakan antara jantan dan betina, banyak orang yang melakukan spekulasi untuk membedakan jantan dan betina dari katuranggan, bentuk paruh, ukuran tubuh serta dari bentuk kepala.

Perlu kita ketahui bahwa dari 9 spesies lovebird, 6 diantaranya memiliki sifat monomorfik (burung jantan dan betina berpenampilan hampir sama baik dari warna bulu maupun bentuk tubuh). Untuk mengetahui ciri-ciri jantan dan betina bisa menggunakan cara yang dilakukan oleh peneliti burung yaitu Wessel van der Veen.

1.  Perilaku Menggigit

Dalam penelitian, lovebird betina akan menggigit (objek dalam sangkar) secara langsung tanpa meraba-raba melalui paruhnya terlebih dahulu dibandingkan dengan yang jantan.

2. Posisi Kaki Dalam Bertengger

Disaat burung lovebird istirahat, kita dapat melihat posisi kakinya. Lovebird betina jarak kaki saat bertengger akan lebar sekitar bahu, sedangkan jantan kakinya akan cenderung merapat atau kurang dari lebar bahu.

3. Bulu Ekor Lovebird

Dari penelitian, lovebird jantan di bagian bulu ekor terlihat runcing/lancip sedangkan betina bulu ekornya lebih rata atau mengembang.

Sudah kita bahas sedikit pengetahuan mengenai jenis-jenis lovebird yang umumnya diternak di Indonesia dan tips cara menentukan jenis kelamin. Bahasan selanjutnya dalam Beternak Burung Lovebird adalah tentang pemilihan indukan serta penjodohan burung yang sudah siap untuk dikawinkan, Silahkan baca Cara Mudah Beternak Burung Lovebird #2
Read more »
Cara Beternak Kenari: Proses Penjodohan Yang Baik

Cara Beternak Kenari: Proses Penjodohan Yang Baik

Setelah kita membahas pada artikel Cara Beternak Kenari : Pemilihan Induk Yang Berkualitas, kali ini saatnya kita membahas tentang proses penjodohan pada kenari. Sebelum melakukan penjodohan sebaiknya kenari indukan jantan dan betina dilakukan proses pengenalan, agar saat penjodohan bisa cepat melakukan perkawinan.

proses penjodohan kenari

Proses pengenalan kenari akan memakan waktu yang cukup lama sekitar 2 - 3 minggu jika kedua pasangan belum pernah melakukan perkawinan sebelumnya. Akan tetapi jika pasangan sudah pernah kawin maka penjodohan akan relatif lebih cepat yaitu 1 - 2 minggu saja.

Seandainya indukan kenari merupakan pasangan baru, maka pertama kali melakukan perkenalan dengan cara menempatkan sangkar berdampingan dan tempat makanan diletakkan berhimpitan agar saling mengenal antara kedua pasangan. Hal tersebut juga dilakukan saat sedang dijemur, selama proses ini usahakan kedua pasangan jangan didekatkan dengan kenari lain agar mereka fokus dengan pasangannya. Lakukan proses ini selama kurang lebih 2 sampai 3 hari.

Disaat proses perkenalan, sebaiknya kita sering mengamati kedua indukan tersebut. Pengamatan ini berguna untuk mengetahui prilaku kenari yang sedang kita jodohkan apakah sudah saling bercumbu/meloloh saat sangkar ditempelkan dan jika dijauhkan maka akan saling panggil. Jika kenari sudah seperti itu maka dalam waktu kurang lebih 1 minggu mereka sudah dapat dijodohkan (dimasukan dalam satu sangkar).

Sesudah kita masukan dalam satu kandang kita perlu juga mengamati pasangan tersebut, apakah suka berkelahi dengan kejar-kejaran (catatan: jika kedua kenari cuma kejar-kejaran maka biarkan saja, akan tetapi jika sudah saling mencabut bulu lawannya maka harus kita pisahkan lagi karena akan berakibat kematian salah satu indukannya).

Proses penjodohan sudah berhasil jika kedua pasangan terlihat seperti berikut:

  • Saling menyuapi/meloloh.
  • Kenari jantan membantu dalam membuat sarang.
  • Jika mendengar suara burung pejantan berkicau, maka sang betina akan mengepakan sayapnya sambil badanya direndahkan.
  • Kicauan kenari jantan tidak menjadi kendor/lemah.
  • Saat kedua kenari tidur, mereka akan selalu berdampingan.
  • Kulit didaerah anus kenari betina akan menjadi kemerah-merahan, mengkilap seperti berminyak.
Disaat sudah berjodoh, maka perbanyaklah makanan tambahan seperti telur puyuh agar birahinya naik. Dan juga sediakan tulang sotong serta grit (baca artikel Pentingnya Grit Untuk Burung Kenari) untuk kebutuhan kalsium, karena jika betina siap bertelur makanan ini sangat berguna untuk pembentukan cangkang. Itulah tips Penjodohan Kenari, semoga bermanfaat dan sukses menjadi penangkar kenari jawara.
Read more »
Cara Beternak Kenari : Pemilihan Induk Yang Berkualitas

Cara Beternak Kenari : Pemilihan Induk Yang Berkualitas

Banyaknya penggemar burung kenari saat ini, membuat para penangkar kenari kekurangan barang untuk memenuhi permintaan pelanggan. Karena pasar kenari yang sangat menjanjikan maka banyak pula peternak baru burung kenari bermunculan. Bagi para pemula, beternak burung kenari memang terasa menyulitkan jika belum mengetahui cara beternak kenari yang benar.

induk kenari yang berkualitas

Berbagai masalah dalam beternak kenari akan berdatangan karena kurangnya pengetahuan dalam menangkar burung jenis fich ini, baik susahnya menjodohkan, telor yang tidak mau menetas atau juga kenari bayi yang sering mati. Ada beberapa tahap yang sebaiknya anda ketahui sebelum beternak kenari, yaitu:

1.  Pemilihan Sangkar Ternak Kenari

Sangkar untuk ternak kenari sebaiknya dibuat khusus, berbentuk kotak persegi panjang dan ditempatkan dalam ruangan khusus (tenang tidak bising dengan suara sekitar). Penempatan sangkar ditempelkan ke dinding atau diletakkan diatas meja (sangkar tidak boleh berpindah-pindah tempat untuk menjaga ketenangan indukan).

2.  Pemilihan Indukan Kenari

Indukan Kenari Betina, kenari betina yang dijadikan indukan harus dicarikan yang berkualitas bagus, karena betina sebagai faktor utama penghasil anakan kenari. Kualitas anakan akan sangat berpengaruh dari induk betina, oleh karena itu pilihlah yang sehat (bernafas normal, bisa dilihat saat sedang bernafas bulu serta ekor tidak bergerak) dan bagus.

Indukan kenari betina yang bagus dapat dilihat dari ciri fisik yaitu, memiliki tubuh yang besar karena ini akan sangat membantu saat sedang mengerami telurnya, jika indukan kenari betina kecil maka akan beresiko gagalnya penetasan dikarenakan indukan dalam mengerami kurang sempurna panasnya. Selain berbadan besar juga lincah dan bila dilihat dari paruh hingga ekornya berdiri tegak lurus kebawah.

Selain pemilihan dari bentuk tubuh juga harus memilih indukan kenari betina yang sudah siap telur atau bisa dilihat dari anus (jika anus pada kenari betina sudah tidak berbulu dan terlihat menonjol serta membesar maka kenari tersebut sudah siap untuk dijadikan sebagai indukan). Namun cara seperti ini akan sulit jika kenari masih sangat muda karena bulu disekitar anus masih tumbuh, untuk mengetahui kenari muda tersebut sudah siap kawin bisa diberikan tempat bertelur didalam sangkarnya kemudian beri serabut halus dan letakkan diatasnya, jika kenari mau merapikan serabut itu dan menata bundar maka bisa dipastikan sudah siap untuk bertelur.

Indukan Kenari Jantan, kenari jantan yang bagus juga menjadi faktor penentu anakan yang akan dihasilkan oleh indukan betina. Indukan yang bagus adalah mempunyai tubuh yang besar (tidak gemuk), panjang (seperti wortel), suara kicauannya keras, berparuh tebal serta panjang. Jika anda mendapatkan kenari jantan seperti ini besar kemungkinan akan menjadikan anakan mempunyai mental tarung yang kuat.

Kenari jantan yang sudah siap kawin biasanya jika berumur 7 - 8 bulan, atau jika sudah berbunyi nyaring.
Namun ada beberapa kenari jantan yang susah untuk dijodohkan, misalnya kenari jantan yang jika melihat kenari lain akan selalu berkeinginan menyerang walalupun dilihat dari fisik dan suara terlihat sudah siap kawin. Jika anda mempunyai kenari yang seperti ini maka sebaiknya jangan dijodohkan, karena akan berakibat fatal (dapat membunuh indukan kenari betina). Untuk tahap selanjutnya dalam Cara Berternak Kenari silahkan baca Proses Penjodohan Kenari.
Read more »